Jumat, 30 Oktober 2026 Update 06:50 WIB
Portal berita game, gadget, mobile, dan e-sport

GameNews Update

Portal update game, gadget, esport, dan teknologi terbaru

Sorotan Hari IniPortal Gaming Indonesia

Semangat Kilat Tim Yahahayuk, Debut Manis dan Finis Podium di Turnamen Offline Perdana

Semangat Kilat Tim Yahahayuk, Debut Manis dan Finis Podium di Turnamen Offline Perdana
Semangat Kilat Tim Yahahayuk, Debut Manis dan Finis Podium di Turnamen Offline Perdana Semangat Kilat Tim Yahahayuk, Debut Manis dan Finis Podium di Turnamen Offline Perdana Semangat Kilat Tim Yahahayuk, Debut Manis dan Finis Podium di Turnamen Offline Perdana

01Giveaway 0.5 ETH Indogamers Anniversary — Cara Klaim di Sini!02Ulasan One Piece 1196: Kisah Kelam Sanji dan Kebangkitan Haki Raja035 Rekomendasi HP Layar Lengkung Terbaik 2026: Visual Luas Tanpa Bezel047 HP 3 Jutaan Chipset Snapdragon Terbaik 2026: Gaming Ra...

Tampilkan SelengkapnyaSembunyikan Artikel

Indogamers.com - Ada cerita menarik di balik panasnya arena kompetisi Free Fire dalam ajang InterGame Free Fire Competition 2026. Di tengah ketatnya persaingan tim-tim unggulan, terselip kisah inspiratif dari tim ladies debutan bernama Yahahayuk. Siapa sangka, meski baru dibentuk seumur jagung, mereka sukses mengamankan posisi Juara 3 di kategori Battle Royale.

"Namaku Tesa dari tim Yahahayuk," buka Tesa ramah saat ditemui usai pertandingan.

Perjalanan Tesa dan rekan-rekannya menuju podium tentu bukan tanpa cerita. Uniknya, tim Yahahayuk ternyata baru dibentuk secara mendadak hanya dua hari menjelang hari-H pertandingan. Dorongan kuat untuk merasakan atmosfer kompetisi offline secara langsung menjadi alasan utama mereka akhirnya memutuskan ambil bagian dalam turnamen ini.

"Enggak, ini baru banget, emang baru dua hari yang lalu dibentuk karena emang pengin ikut, baru ada kan turnamen ladies," ujar Tesa sembari tersenyum.

Sebagai skuad yang terbiasa berlatih dan bertanding secara online dari rumah masing-masing, melangkah ke panggung offline memberikan warna tersendiri. Bahkan, di saat anggota tim online mereka tersebar di berbagai penjuru nusantara, mulai dari Sulawesi, Kalimantan, Makassar, hingga Bandung, formasi yang turun di Depok ini diisi oleh para pemain yang kebetulan berdomisili di sekitar lokasi.

Bagi Tesa, transisi dari kenyamanan kamar ke arena terbuka (outdoor) membawa tantangan adaptasi tersendiri. Kendati demikian, tidak ada persiapan atau latihan khusus yang sempat mereka lakukan.

"Paling kesulitannya cuman karena tempat saja sih, karena outdoor kan, biasanya kan main di rumah," ungkapnya.

Meski sempat mematok target tertinggi di awal kompetisi, finis di peringkat ketiga tetap disyukuri sebagai pencapaian yang membanggakan untuk sebuah debut kilat. "Targetnya sebenarnya Juara 1, tapi alhamdulillah masih masuk top 3," kata Tesa.

Pengalaman perdana ini meninggalkan kesan mendalam bagi skuad Yahahayuk. Ketika diminta merangkum turnamen InterGame dalam dua kata, Tesa menjawab mantap tanpa ragu, "The best!"

Dengan tuntasnya turnamen perdana ini, Tesa dan rekan-rekan di tim Yahahayuk berharap bisa kembali meramaikan panggung-panggung kompetisi offline berikutnya, membawa semangat baru serta pengalaman bertanding yang lebih matang.