Jumat, 30 Oktober 2026 Update 06:51 WIB
Portal berita game, gadget, mobile, dan e-sport

GameNews Update

Portal update game, gadget, esport, dan teknologi terbaru

Sorotan Hari IniPortal Gaming Indonesia

Lupakan Kisah Manis Happily Ever After, Ini 5 Game Action Adaptasi Dongeng Klasik yang Sulap Karakter 'Fairy Tale' Jadi Pembantai Sadis

Lupakan Kisah Manis Happily Ever After, Ini 5 Game Action Adaptasi Dongeng Klasik yang Sulap Karakter 'Fairy Tale' Jadi Pembantai Sadis
Lupakan Kisah Manis Happily Ever After, Ini 5 Game Action Adaptasi Dongeng Klasik yang Sulap Karakter 'Fairy Tale' Jadi Pembantai Sadis Lupakan Kisah Manis Happily Ever After, Ini 5 Game Action Adaptasi Dongeng Klasik yang Sulap Karakter 'Fairy Tale' Jadi Pembantai Sadis Lupakan Kisah Manis Happily Ever After, Ini 5 Game Action Adaptasi Dongeng Klasik yang Sulap Karakter 'Fairy Tale' Jadi Pembantai Sadis Lupakan Kisah Manis Happily Ever After, Ini 5 Game Action Adaptasi Dongeng Klasik yang Sulap Karakter 'Fairy Tale' Jadi Pembantai Sadis Lupakan Kisah Manis Happily Ever After, Ini 5 Game Action Adaptasi Dongeng Klasik yang Sulap Karakter 'Fairy Tale' Jadi Pembantai Sadis Lupakan Kisah Manis Happily Ever After, Ini 5 Game Action Adaptasi Dongeng Klasik yang Sulap Karakter 'Fairy Tale' Jadi Pembantai Sadis

Lupakan Kisah Manis Happily Ever After, Ini 5 Game Action Adaptasi Dongeng Klasik yang Sulap Karakter 'Fairy Tale' Jadi Pembantai Sadis

Tampilkan SelengkapnyaSembunyikan Artikel

Indogamers.com - Dongeng klasik alias fairy tale seperti Pinokio, Gadis Berkerudung Merah, hingga Alice in Wonderland umumnya diidentikkan dengan memori masa kecil yang penuh pesan moral dan nuansa romantis ala film Disney. Namun, di tangan para developer video game kreatif, narasi-narasi manis tersebut dirombak total (re-imagining) menjadi panggung pertumpahan darah bergenre action dan dark fantasy yang brutal!

Menyajikan narasi yang tak kalah kelam dari dongeng versi orisinal karya Grimm Bersaudara, barisan game ini mengubah karakter yang dulunya terlihat lemah lembut menjadi sosok petarung tangguh bersenjata tajam.

Penasaran kisah fairy tale mana saja yang sukses disulap menjadi game action yang menegangkan? Yuk, bedah 5 rekomendasinya di bawah ini!

Siapa sangka petualangan boneka kayu Pinokio karya Carlo Collodi bisa disulap menjadi salah satu game soulslike terbaik di era next-gen?

Latar & Atmosfer: Memadukan era Belle Époque dengan sentuhan steampunk di kota fiksional Krat yang menderita akibat pembantaian oleh boneka automaton.

Mekanik Gameplay: Kamu mengendalikan "P" (Pinokio) yang harus bertarung menggunakan mekanik parry presisi, variasi senjata rakitan, serta keputusan berbohong yang memengaruhi alur cerita dan bentuk kemanusiaannya.

Platform: PC, PS5, Xbox Series X/S, Mac, hingga Nintendo Switch 2.

Lupakan imej putri raja yang hanya menunggu diselamatkan oleh Pangeran Tampan! Di game buatan Mass Creation ini, peran tersebut dibalik secara ekstrem.

"Mengusung genre hack-and-slash roguelite ala Devil May Cry, Prince Charming merekrut para putri untuk merebut kembali kerajaan mereka dari aliansi ibu tiri jahat. Kamu bakal mengendalikan Rapunzel yang bertarung menggunakan rambut buasnya, Little Red Riding Hood yang bisa berubah menjadi manusia serigala, hingga Snow White yang mengayunkan kapak raksasa!"

Status: Masih dalam tahap pengembangan dan direncanakan meluncur pada pertengahan 2027.

Bagi pencinta aksi sudut pandang top-down ala Hades, Ravenswatch menyajikan petualangan menyelamatkan dunia mimpi Reverie dari gerogotan entitas Nightmare.

Karakter Pilihan: Kamu bisa mengendalikan jajaran tokoh ikonik seperti Little Red Riding Hood, Pied Piper (Penjamin Tikus), hingga pahlawan mitos Beowulf.

Mekanik Gameplay: Mengombinasikan pertarungan cepat, sistem co-op, serta manajemen waktu dan resource yang ketat saat melewati stage.

Sekuel dari American McGee's Alice ini merupakan mahakarya klasik yang sukses mempopulerkan adaptasi dark fantasy dari karya Lewis Carroll.

Alur Cerita: Mengisahkan Alice Liddell, seorang gadis yang berjuang mengatasi trauma masa lalu dan gangguan mentalnya dengan kembali ke Wonderland—yang kini telah berubah menjadi distopia penuh monster mengerikan.

Mekanik Gameplay: Pertarungan action-platformer menggunakan senjata ikonik seperti Vorpal Blade (pisau dapur) dan Pepper Grinder (penumbuk lada).

Memboyong kisah Si Kerudung Merah ke dalam latar kota industri bernuansa gotik yang distopian.

Alur Cerita: Berfokus pada upaya Red membalas dendam atas kematian ayahnya yang didalangi oleh korporasi jahat milik B.B. Woolfe (Sang Serigala Besar).

Mekanik Gameplay: Perpaduan aksi side-scrolling 2.5D, teka-teki lingkungan, dan kombinasi tebasan kapak yang mematikan.

Transformasi cerita dongeng klasik menjadi arena pertarungan dark fantasy menjadi bukti bahwa potensi narasi fairy tale sangat luas untuk dieksplorasi di industri game.

Dari kelima game action adaptasi dongeng di atas, mana nih yang konsep perubahannya paling bikin kamu penasaran untuk dimainkan?