Jumat, 30 Oktober 2026 Update 07:32 WIB
Portal berita game, gadget, mobile, dan e-sport

GameNews Update

Portal update game, gadget, esport, dan teknologi terbaru

Sorotan Hari IniPortal Gaming Indonesia

Menuju Kota Global Kreatif: Jakarta Game On 2026 Siap Bidik Jakarta Jadi Hub Gaming Asia

Menuju Kota Global Kreatif: Jakarta Game On 2026 Siap Bidik Jakarta Jadi Hub Gaming Asia
Menuju Kota Global Kreatif: Jakarta Game On 2026 Siap Bidik Jakarta Jadi Hub Gaming Asia Menuju Kota Global Kreatif: Jakarta Game On 2026 Siap Bidik Jakarta Jadi Hub Gaming Asia Menuju Kota Global Kreatif: Jakarta Game On 2026 Siap Bidik Jakarta Jadi Hub Gaming Asia Menuju Kota Global Kreatif: Jakarta Game On 2026 Siap Bidik Jakarta Jadi Hub Gaming Asia Menuju Kota Global Kreatif: Jakarta Game On 2026 Siap Bidik Jakarta Jadi Hub Gaming Asia Menuju Kota Global Kreatif: Jakarta Game On 2026 Siap Bidik Jakarta Jadi Hub Gaming Asia

Sambut Jakarta Game On 2026 pada 16–18 Oktober di Fatmawati City Center! Nikmati kompetisi game berhadiah Rp92,5 juta, cosplay, musik, dan hiburan gratis.

Tampilkan SelengkapnyaSembunyikan Artikel

Indogamers.com - Jakarta terus bersiap memperkuat posisinya bukan sekadar sebagai kota metropolitan, tetapi juga sebagai pusat bagi talenta dan industri kreatif digital. Mengusung semangat ini, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi DKI Jakarta resmi menginisiasi Jakarta Game On 2026. Festival gaming ini menggabungkan kompetisi, hiburan, komunitas, hingga sektor industri dalam satu panggung.

Diadakan pada 16–18 Oktober 2026 di The Brick Hall, Fatmawati City Center, Jakarta Selatan, acara ini terbuka secara gratis untuk masyarakat umum. Lebih dari sekadar ajang unjuk gigi para gamer, Jakarta Game On dirancang khusus sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan komunitas gaming, talenta muda, kreator, developer, hingga para pelaku industri.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta, Andhika Permata, menyampaikan bahwa pesatnya perkembangan industri game memberikan peluang besar bagi Jakarta untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif berbasis teknologi.

"Menjelang 500 tahun Jakarta, kita tidak hanya berbicara tentang perjalanan panjang sebuah kota, tetapi juga tentang Jakarta seperti apa yang ingin kita bangun untuk masa depan. Jakarta harus terus menjadi ruang bagi kreativitas, inovasi, teknologi, dan generasi muda," ujar Andhika.

Ia berharap Jakarta Game On dapat terus bertumbuh bersama ekosistemnya dan tidak berhenti sebagai acara tahunan semata, melainkan menjadi jembatan antara komunitas dengan industri untuk melahirkan inovasi serta bisnis baru.

Salah satu daya tarik utama dari Jakarta Game On 2026 adalah rangkaian kompetisi gaming tanpa biaya pendaftaran (gratis) dengan total hadiah mencapai Rp92,5 juta. Berbagai kategori permainan populer akan dipertandingkan, antara lain:

Mobile Legends, PUBG, dan Honor of Kings

Mahyong, Trading Card Game (TCG), Tamiya, hingga Beyblade

Ragam kategori ini dihadirkan agar festival dapat dinikmati tidak hanya oleh atlet esports, tetapi juga oleh berbagai komunitas dan penggemar permainan dari berbagai kalangan. Selain arena pertandingan, pengunjung juga dimanjakan dengan berbagai hiburan seperti pertunjukan musik, kompetisi cosplay dan coswalk, serta deretan booth F&B yang membuat suasana festival semakin hidup dan inklusif.

Industri game saat ini telah berkembang luas, mencakup teknologi, Intellectual Property (IP), esports, pembuatan konten, investasi, hingga penciptaan profesi kreatif baru. Momentum ini terasa kian relevan menyongsong usia 500 Tahun Jakarta pada 2027, di mana kota ini terus bertransformasi menjadi kota global yang inovatif dan relevan dengan generasi masa depan.

Inspirasi pengembangan acara ini berkaca pada kesuksesan festival gaming dunia seperti gamescom asia x Thailand Game Show dan Tokyo Game Show. Ke depannya, Jakarta Game On membawa aspirasi untuk tumbuh menjadi flagship gaming event berskala internasional yang mampu menarik perhatian pelaku industri maupun wisatawan dari mancanegara.

Lewat ajang ini, developer lokal, pemilik IP, dan talenta kreatif Indonesia diharapkan memiliki panggung yang lebih besar untuk terhubung ke pasar global, menjadikan Jakarta sebagai pusat ekonomi kreatif digital di Asia.