Indogamers.com - Dunia hiburan global kembali diselimuti duka mendalam. Aktor veteran legendaris asal Inggris yang amat dicintai komunitas pop culture dan penikmat bioskop, Patrick Stewart, dikabarkan mengembuskan napas terakhirnya di usia 86 tahun pada Rabu, 28 Oktober 2026 di Los Angeles, Amerika Serikat.
Dikenal luas berkat peran ikoniknya sebagai Profesor Charles Xavier dalam waralaba film pahlawan super X-Men serta Kapten Jean-Luc Picard dalam serial fiksi ilmiah Star Trek: The Next Generation, kepergian Stewart meninggalkan ruang hampa di hati jutaan penggemar dan rekan sejawat di Hollywood.
Untuk mengenang perjalanan hidup sang aktor berkarisma ini, yuk bedah 4 poin penting seputar kenangan dan rekam jejak perjalanan karier Patrick Stewart berikut ini!
Kepergian Patrick Stewart dikonfirmasi oleh juru bicaranya, Kelly Bush Novak. Sebelum wafat, Stewart ternyata berjuang secara senyap melawan penyakit Alzheimer dan Lewy Body Dementia. Diagnosis penyakit medis ini memang sengaja tidak pernah diungkapkan kepada publik agar sang aktor bisa menjalani masa-masa akhirnya dengan tenang bersama keluarga terdekat.
Kabar duka ini memicu gelombang simpati dan duka cita di media sosial. Lawan main utamanya di semesta X-Men, Hugh Jackman (pemeran Wolverine), menyampaikan ungkapan belasungkawa yang sangat menyentuh. Jackman menyebut Stewart sebagai sosok legenda teater, layar lebar, serta sahabat luar biasa yang mengajarkan banyak pelajaran hidup berharga selama mereka berbagi panggung akting.
Meski lebih dikenal publik lewat karakter fiksi ilmiah dan pahlawan super, akar akting Stewart sebenarnya tertanam kuat di dunia teater panggung. Ia mengabdi selama 14 tahun di Royal Shakespeare Company dan telah membintangi deretan lakon besar seperti Macbeth, Waiting for Godot, hingga A Christmas Carol. Penampilannya sebagai Macbeth bahkan membawanya meraih nominasi Tony Award dan pujian setinggi langit dari para kritikus teater dunia.
Tumbuh dalam lingkungan keluarga kelas pekerja yang sangat sederhana di Yorkshire, masa kecil Stewart diwarnai kepedihan akibat tindakan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan oleh sang ayah. Pengalaman traumatis tersebut justru menempa kepribadian Stewart untuk aktif menjadi donatur dan pelindung organisasi sosial Refuge yang membantu para korban KDRT. Bagi Stewart, panggung teater bukan sekadar tempat bekerja, melainkan ruang aman untuk melarikan diri dari realita pahit masa kecilnya.
Patrick Stewart telah membuktikan bahwa seni peran bukan hanya tentang ketenaran di layar kaca, melainkan dedikasi seumur hidup pada karya naskah dan panggung teater. Selamat jalan Patrick Stewart, warisan karyamu sebagai Profesor X dan Kapten Picard akan terus hidup di sanubari penikmat film sepanjang masa.
Gimana gamers dan moviegoers? Karakter Patrick Stewart mana yang paling berkesan dan paling kamu favoritkan sepanjang masa?