Jumat, 30 Oktober 2026 Update 07:33 WIB
Portal berita game, gadget, mobile, dan e-sport

GameNews Update

Portal update game, gadget, esport, dan teknologi terbaru

Sorotan Hari IniPortal Gaming Indonesia

Bitdefender Gandeng PT GIA, Perluas Perlindungan Keamanan Siber di Indonesia

Bitdefender Gandeng PT GIA, Perluas Perlindungan Keamanan Siber di Indonesia
Bitdefender Gandeng PT GIA, Perluas Perlindungan Keamanan Siber di Indonesia Bitdefender Gandeng PT GIA, Perluas Perlindungan Keamanan Siber di Indonesia Bitdefender Gandeng PT GIA, Perluas Perlindungan Keamanan Siber di Indonesia Bitdefender Gandeng PT GIA, Perluas Perlindungan Keamanan Siber di Indonesia Bitdefender Gandeng PT GIA, Perluas Perlindungan Keamanan Siber di Indonesia Bitdefender Gandeng PT GIA, Perluas Perlindungan Keamanan Siber di Indonesia

Jumat Jadwal MPL ID S18 Hari Ini: RRQ Hoshi Hadapi Ujian Berat Lawan TLIDE-SportJumat Rekap Hero META MPL ID S18: Hirara Paling Laris, Freya Jadi Ratu BannedNewsJumat E-SportJumat Ukir Sejarah Baru, Alberttt Tembus 2.000 Kill Saat Bawa EVOS Raih Kemenangan ata...

Tampilkan SelengkapnyaSembunyikan Artikel

Indogamers.com - Bitdefender menjalin kerja sama dengan PT GIA untuk memperluas akses solusi keamanan siber bagi konsumen di Indonesia. Melalui kemitraan ini, berbagai produk perlindungan digital Bitdefender akan tersedia melalui jaringan reseller PT GIA.

Kerja sama ini dilakukan di tengah meningkatnya ancaman siber, seperti penipuan online, pencurian data pribadi, dan penyalahgunaan identitas digital. Penggunaan kecerdasan buatan (AI) juga membuat modus penipuan semakin canggih dan sulit dikenali.

Direktur PT GIA, Mr. Chok, mengatakan bahwa perlindungan data pribadi semakin penting karena banyak aktivitas masyarakat kini dilakukan secara online.

“Konsumen saat ini melakukan aktivitas perbankan, berbelanja, dan tetap terhubung dengan teman secara online, sehingga perlindungan terhadap data pribadi dan identitas menjadi semakin penting,” ujar Mr. Chok, Direktur PT GIA.

Ia menyambut baik kerja sama dengan Bitdefender untuk memperluas akses masyarakat terhadap solusi keamanan digital. Menurutnya, pengalaman Bitdefender dalam mengembangkan teknologi keamanan menjadi salah satu alasan perusahaan tersebut dipilih sebagai mitra.

Ancaman penipuan online masih menjadi perhatian. Data Global Anti Scam Alliance menyebutkan bahwa 66% orang dewasa di Indonesia pernah mengalami penipuan dalam satu tahun terakhir.

Sementara itu, survei Bitdefender terhadap 7.000 konsumen secara global menemukan bahwa satu dari tujuh responden pernah menjadi korban penipuan dalam periode yang sama.

Penggunaan ponsel juga perlu mendapat perhatian. Sebanyak 48% responden tidak menggunakan solusi keamanan pihak ketiga pada perangkat mobile mereka, meskipun 53% menggunakannya untuk aktivitas sensitif, seperti membayar tagihan dan berbelanja online.

Melalui kerja sama ini, PT GIA akan mendistribusikan seluruh produk konsumen Bitdefender, mulai dari perlindungan komputer dan ponsel hingga keamanan identitas dan privasi.

Bitdefender juga menawarkan teknologi anti-penipuan (anti-scam) dan pendeteksi deepfake. Berbagai solusi tersebut dirancang untuk membantu pengguna menghadapi ancaman seperti malware, phishing, penipuan online, dan pencurian identitas.

Produk tersedia dalam paket untuk individu maupun keluarga. Bitdefender juga memperoleh pengakuan dari sejumlah lembaga industri, termasuk dinobatkan sebagai Leader dalam laporan IDC MarketScape: Worldwide Consumer Digital Life Protection 2025 Vendor Assessment.

Selain itu, perusahaan ini meraih penghargaan AV-TEST, termasuk Best Protection for Windows, Best macOS Security, dan Best Android Security.

Selain memperluas distribusi produk, Bitdefender dan PT GIA juga ingin meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penipuan yang memanfaatkan AI.

Teknologi tersebut dapat digunakan untuk membuat pesan, identitas, atau konten palsu yang terlihat meyakinkan. Pelaku kejahatan dapat memanfaatkannya untuk menipu korban, mencuri informasi, hingga menyebarkan malware.

Senior Vice President of Operations Bitdefender Consumer Solutions Group, Ciprian Istrate, mengatakan bahwa penggunaan AI oleh pelaku kejahatan siber meningkatkan risiko yang dihadapi konsumen.

“Pelaku kejahatan siber menggunakan AI untuk menjalankan kampanye penipuan yang meyakinkan dalam skala besar serta menyebarkan malware, sehingga konsumen menghadapi risiko yang semakin besar,” ujar Ciprian Istrate.

Ia menambahkan, Bitdefender dan PT GIA memiliki tujuan yang sama untuk membantu masyarakat tetap aman saat menggunakan layanan digital.

“Indonesia memiliki salah satu ekonomi digital terbesar dan tumbuh paling cepat di dunia. Perlindungan Bitdefender yang dipadukan dengan jangkauan PT GIA akan membantu jutaan konsumen tetap aman di mana pun aktivitas digital mereka berlangsung,” lanjutnya.

Produk Bitdefender Tersedia di Retailer dan Marketplace

Melalui kemitraan ini, produk keamanan konsumen Bitdefender dapat dibeli melalui jaringan PT GIA, termasuk di toko fisik dan marketplace online di seluruh Indonesia.

PT GIA merupakan penyedia solusi teknologi informasi dan keamanan siber yang menawarkan produk, dukungan teknis, serta layanan lokal bagi bisnis dan konsumen. Sementara itu, Bitdefender telah beroperasi sejak 2001 dan melayani pelanggan di lebih dari 170 negara.

Kerja sama ini diharapkan dapat memperluas akses masyarakat Indonesia terhadap solusi keamanan digital. Dengan perlindungan yang tepat dan kewaspadaan saat beraktivitas online, pengguna dapat lebih siap menjaga data pribadi, identitas, dan privasi dari berbagai ancaman siber.**