Indogamers.com - Dalam semesta My Hero Academia (MHA), sosok Prime All Might (Toshinori Yagi) berdiri tegak sebagai "Simbol Perdamaian" yang tak tergoyahkan. Setelah mewarisi quirk One For All dari sang mentor Nana Shimura, All Might menjelma menjadi kekuatan absolut yang ditakuti seluruh penjahat di Jepang.
Namun, menginjak usia tua dan penyerahan One For All kepada Izuku Midoriya (Deku), All Might perlahan kehilangan kekuatannya hingga menjadi quirkless. Walau begitu, rekam jejak All Might di masa kejayaannya (Prime) tetap menjadi standar tertinggi di dunia pahlawan profesional (Pro Hero). Hanya sedikit karakter yang mampu mendekati atau bahkan menandingi level kekuatannya.
Penasaran siapa saja karakter yang layak disebut sebagai rival terkuat Prime All Might? Yuk, bedah 7 peringkat rival terkuat sang Simbol Perdamaian berikut ini!
Di posisi puncak rival paling mematikan, Shigaraki Tomura berhasil melampaui batas yang tak pernah dicapai villain manapun.
Daya Tempur & Fisik: Setelah mendapatkan Quirk All For One dan tubuh yang dimodifikasi secara biologis setara dengan Prime All Might, Shigaraki menjadi monster yang hampir mustahil dihancurkan. Quirk Decay miliknya yang telah bangkit sanggup meratakan seluruh Jepang dalam hitungan menit. Hanya lewat pengorbanan One For All oleh Deku, ancaman Shigaraki akhirnya bisa dihentikan.
All For One adalah satu-satunya musuh yang pernah gagal ditumbangkan secara permanen oleh All Might di masa mudanya.
Ancaman Kebal Hukum: Mampu mencuri dan menggabungkan berbagai Quirk berbahaya, All For One adalah ancaman terbesar bagi pengguna One For All. Meskipun Prime All Might lebih unggul dalam adu kekuatan fisik, fleksibilitas kombinasi Quirk All For One selalu membuatnya menjadi musuh yang sangat merepotkan.
Deku terlahir tanpa Quirk, namun determinasi dan semangat juangnya berhasil meyakinkan All Might untuk memilihnya sebagai penerus One For All.
Puncak Output Power: Di pertempuran akhir melawan Shigaraki, Deku berhasil menguasai seluruh Quirk pendahulu One For All, menghasilkan batas output kekuatan yang secara resmi melampaui Prime All Might. Meskipun Deku kini kehilangan Quirk-nya, sejarah mencatat bahwa ia pernah berdiri di atas sang guru.
Putra dari Endeavor ini membuktikan diri sebagai salah satu pahlawan generasi baru terkuat dengan penguasaan Quirk Half-Cold Half-Hot.
Variasi & Potensi: Setelah menguasai penuh elemen es dan apinya saat melawan kakaknya (Toya Todoroki), Shoto bertransformasi menjadi Pro Hero Nomor 2 di Jepang. Daya hancur dan fleksibilitas serangannya sanggup memberikan perlawanan sengit pada Prime All Might.
Bakugo sukses membuktikan kapasitasnya di momen paling krusial dalam perang akhir My Hero Academia.
Pencapaian Besar: Bakugo berhasil melakukan apa yang gagal diselesaikan All Might: menumbangkan All For One dalam duel satu lawan satu setelah Quirk Explosion-nya mengalami kebangkitan (awakening). Setelah timeskip, Bakugo mengamankan posisi sebagai Pro Hero Nomor 5 di Jepang.
Sebelum Deku terpilih, Mirio Togata adalah kandidat utama yang diproyeksikan untuk mewarisi One For All.
Masteri Permeation: Lewat kerja keras luar biasa, Mirio mengubah Quirk Permeation yang berisiko menjadi senjata tempur mematikan. Di epilog cerita, Mirio resmi menduduki posisi sebagai Pro Hero Nomor 1 di Jepang, membuktikan bahwa ia adalah penerus legendaris yang layak menantang nama besar All Might.
Di antara sesama Pro Hero angkatan lama, Endeavor adalah rival terbesar All Might yang selalu mengejar posisi puncak.
Hellflame Tanpa Batas: Meski tidak memiliki kehangatan pesona seperti All Might, kekuatan tempur Quirk Hellflame milik Endeavor menjadikannya Pro Hero Nomor 2 yang sangat ditakuti sebelum akhirnya naik menjadi Nomor 1 setelah All Might pensiun.
Di Indonesia, serial My Hero Academia karya Kohei Horikoshi memiliki basis penggemar yang sangat masif di kalangan pecinta anime dan gamers lokal. Diskusi mengenai power scaling antara Prime All Might, Deku, dan Shigaraki sering kali menjadi topik hangat di media sosial dan forum komunitas pop culture. Kehadiran babak penutup (epilog) yang menampilkan susunan peringkat Pro Hero terbaru seperti Mirio di posisi Nomor 1 dan Shoto di Nomor 2 memberikan kepuasan tersendiri bagi para penggemar di Tanah Air.
Dominasi Prime All Might di era keemasannya memang sulit ditandingi, namun kehadiran penjahat sekelas Shigaraki Tomura dan All For One, serta lahirnya pahlawan generasi baru seperti Deku dan Mirio, membuktikan bahwa roda regenerasi di My Hero Academia berjalan dengan sempurna.
Gimana gamers dan wibu Indonesia? Dari 7 rival All Might di atas, mana karakter yang menurutmu punya gaya bertarung paling keren?