Indogamers.com - Halo para gamers! Ada kabar yang kurang mengenakkan nih datang dari industri game, khususnya buat kalian para pengguna green team alias Xbox. Belum reda ingatan kita tentang penutupan masif beberapa studio Xbox tahun lalu, sekarang ada rumor panas lagi yang menyebut kalau badai PHK dan penutupan studio jilid berikutnya bakal segera datang dalam waktu dekat.
Nggak tanggung-tanggung, laporan terbaru dari jurnalis senior The Verge menyebut kalau Arkane Lyon, studio berbakat di balik game keren seperti Dishonored dan Deathloop, terancam bakal dibubarkan! Nasib proyek game superhero mereka yang paling diantisipasi, Marvel's Blade, juga ikutan di ujung tanduk.
Biar nggak makin penasaran, yuk kita bedah 4 fakta penting di balik gonjang-ganjing nasib Arkane dan game sang pemburu vampir ini:
Alasan utama kenapa Microsoft sampai kepikiran buat mengambil langkah ekstrem ini ternyata karena masalah internal pengembangan. Sumber internal menyebut kalau Marvel's Blade awalnya ditargetkan untuk rilis paling lambat akhir tahun ini. Namun, jadwal tersebut meleset jauh dan terpaksa diundur secara internal hingga akhir tahun 2027. Nggak cuma delay, biaya pengembangannya pun kabarnya sudah membengkak alias over budget.
Jika Microsoft benar-benar ingin memangkas biaya dari divisi gaming mereka, nasib Arkane Lyon ada di dua pilihan pahit. Opsi pertama adalah ditutup total (seperti nasib saudara mereka, Arkane Austin, yang ditutup setelah kegagalan Redfall). Opsi kedua yang lebih mendingan adalah Microsoft mencoba mencari pembeli untuk menjual studio ini beserta seluruh stafnya agar bisa menjadi studio independen kembali atau bergabung di bawah bendera publisher lain.
Ironisnya, kabar buruk ini mencuat hanya berselang beberapa pekan setelah Todd Howard (bos Bethesda Game Studios) memberikan pujian selangit untuk game ini. Dalam sebuah sesi wawancara, Todd sempat mengatakan, "Saya tidak bisa membocorkan kapan kita akan melihatnya lagi, tetapi saya melihat beberapa hal baru-baru ini dan teman-teman di Arkane sedang melakukan pekerjaan yang sangat, sangat hebat." Sayangnya, pujian dari bos besar pun tampaknya belum cukup kuat untuk menyelamatkan studio dari kebijakan efisiensi finansial korporat.
Gelombang efisiensi yang direncanakan oleh CEO baru Xbox, Asha Sharma, ini kabarnya tidak hanya mengincar Arkane Lyon. Ada setidaknya lima studio lain di bawah naungan Xbox yang dirumorkan masuk ke dalam daftar hitam restrukturisasi atau bakal dilepas ke pasar, termasuk studio-studio besar seperti Compulsion Games, Double Fine, Ninja Theory, hingga developer game State of Decay 3, Undead Labs.
Masa depan Arkane Lyon dan proyek game Marvel's Blade kini berada di situasi yang sangat kritis akibat kebijakan efisiensi finansial di bawah manajemen baru Xbox. Penundaan rilis yang meleset hingga tahun 2027 serta pembengkakan anggaran menjadi pemicu utama Microsoft mempertimbangkan opsi ekstrem, mulai dari menjual studio tersebut hingga menutupnya secara total. Jika rumor ini benar-benar terjadi, hal ini akan menjadi pukulan telak kedua bagi para penggemar Arkane setelah penutupan cabang Austin sebelumnya, sekaligus menjadi sinyal bahwa badai restrukturisasi di dalam divisi gaming Xbox masih jauh dari kata selesai.***