Rabu, 17 Juni 2026 Update 11:57 WIB
Portal berita game, gadget, mobile, dan e-sport

GameNews Update

Portal update game, gadget, esport, dan teknologi terbaru

Sorotan Hari IniPortal Gaming Indonesia

Gak Cuma Modal Tinggi Badannya Doang, Ini 4 Hal Penting yang Wajib Ada di Karakter Dunk pada Serial A Knight of the Seven Kingdoms

Gak Cuma Modal Tinggi Badannya Doang, Ini 4 Hal Penting yang Wajib Ada di Karakter Dunk pada Serial A Knight of the Seven Kingdoms
Gak Cuma Modal Tinggi Badannya Doang, Ini 4 Hal Penting yang Wajib Ada di Karakter Dunk pada Serial A Knight of the Seven Kingdoms Gak Cuma Modal Tinggi Badannya Doang, Ini 4 Hal Penting yang Wajib Ada di Karakter Dunk pada Serial A Knight of the Seven Kingdoms Gak Cuma Modal Tinggi Badannya Doang, Ini 4 Hal Penting yang Wajib Ada di Karakter Dunk pada Serial A Knight of the Seven Kingdoms Gak Cuma Modal Tinggi Badannya Doang, Ini 4 Hal Penting yang Wajib Ada di Karakter Dunk pada Serial A Knight of the Seven Kingdoms Gak Cuma Modal Tinggi Badannya Doang, Ini 4 Hal Penting yang Wajib Ada di Karakter Dunk pada Serial A Knight of the Seven Kingdoms Gak Cuma Modal Tinggi Badannya Doang, Ini 4 Hal Penting yang Wajib Ada di Karakter Dunk pada Serial A Knight of the Seven Kingdoms

Gak Cuma Modal Tinggi Badannya Doang, Ini 4 Hal Penting yang Wajib Ada di Karakter Dunk pada Serial A Knight of the Seven Kingdoms

Tampilkan SelengkapnyaSembunyikan Artikel

Indogamers.com - Halo para penghuni Westeros dan pencinta dunia Game of Thrones! Setelah sukses besar dengan House of the Dragon, HBO gak mau ngerem buat mengeksplorasi semesta epik garapan George R.R. Martin. Proyek serial spin-off berikutnya yang paling diantisipasi adalah A Knight of the Seven Kingdoms, yang mengadaptasi novel populer Tales of Dunk and Egg.

Ceritanya bakal berfokus pada petualangan seorang hedge knight (kesatria bayaran) bernama Ser Duncan the Tall, atau akrab disapa Dunk dan pelayan kecilnya yang botak bernama Egg (yang aslinya adalah pangeran Aegon Targaryen). Berbeda dengan perebutan takhta yang penuh intrik politik berat, kisah mereka berdua jauh lebih personal dan berfokus pada petualangan serta kehormatan.

Nah, karena Dunk adalah karakter utama yang sangat dicintai pembaca novelnya, ada standar tinggi (secara harfiah dan kiasan!) yang harus dipenuhi oleh HBO saat menghidupkannya ke layar kaca. Berikut adalah daftar 4 hal krusial yang wajib ada pada karakter Dunk di serialnya nanti:

Nama julukannya saja sudah "The Tall", jadi aspek fisik ini adalah harga mati yang gak bisa ditawar. Dalam narasi bukunya, Dunk digambarkan memiliki tinggi badan yang luar biasa menjulang, bahkan hampir menyentuh tujuh kaki (sekitar 2,1 meter).

Kenapa ini penting: Tinggi badannya bukan cuma buat kosmetik atau gagah-gagahan, tapi sangat memengaruhi cara orang lain memandangnya di Westeros. Tubuh raksasanya sering kali mengintimidasi lawan, namun di sisi lain, hal itu juga kontras dengan sifat aslinya yang cenderung canggung.

Meskipun punya modal fisik yang mengerikan layaknya seorang monster di medan tempur, Dunk sebenarnya bukanlah tipe kesatria yang super cerdas atau licik. Di dalam kepalanya, dia sering mengumpat pada dirinya sendiri dengan sebutan "Dunk the lunk, thick as a castle wall" (Dunk si bodoh, setebal dinding kastil).

Esensi karakternya: HBO harus bisa menampilkan sisi kepolosan, kerendahan hati, dan ketulusan Dunk. Dia adalah sosok pria yang murni ingin menegakkan sumpah kesatria untuk melindungi yang lemah, sebuah pemandangan yang sangat langka di dunia Westeros yang terkenal korup dan kejam.

Jangan bayangkan Dunk bakal bertarung dengan gaya estetis dan anggun seperti Jaime Lannister atau Arthur Dayne. Karena dia tidak mendapatkan pelatihan militer resmi khas bangsawan sejak kecil, gaya bertarungnya jauh lebih kasual dan kasar.

Gaya duelnya: Dunk lebih sering mengandalkan kekuatan fisik murni, ukuran tubuh, dan mentalitas "petarung jalanan". Kalau pedangnya lepas, dia gak bakal ragu buat main jotos, bergulat, atau menindih musuhnya sampai menyerah. Transisi koreografi aksi yang membumi ini wajib dieksekusi dengan matang oleh tim produksi.

Nyawa utama dari serial ini ada pada chemistry antara Dunk dan Egg. Hubungan mereka bukan sekadar majikan dan pelayan, melainkan berkembang menjadi sosok pelindung, kakak, sekaligus mentor.

Sentuhan emosional: Dunk yang miskin mengajarkan Egg yang seorang pangeran tentang bagaimana realitas hidup masyarakat kelas bawah yang kelaparan. Sementara Egg, dengan pengetahuannya, sering membantu Dunk yang buta huruf dalam memahami silsilah keluarga bangsawan. Keseimbangan dinamika ini yang bakal membuat penonton jatuh cinta pada petualangan mereka.

Meskipun skalanya tidak sebesar perang naga di House of the Dragon, kisah Dunk memberikan warna baru yang lebih hangat di semesta Game of Thrones. Kita tunggu saja bagaimana HBO bakal mengeksekusi karakter kesatria raksasa berhati lembut ini!***