Senin, 6 Juli 2026 Update 15:13 WIB
Portal berita game, gadget, mobile, dan e-sport

GameNews Update

Portal update game, gadget, esport, dan teknologi terbaru

Sorotan Hari IniPortal Gaming Indonesia

Dinsos Nunukan Tangani Kasus Kecanduan Game Online Ekstrem, Edukasi bagi Orang Tua

Dinsos Nunukan Tangani Kasus Kecanduan Game Online Ekstrem, Edukasi bagi Orang Tua
Dinsos Nunukan Tangani Kasus Kecanduan Game Online Ekstrem, Edukasi bagi Orang Tua Dinsos Nunukan Tangani Kasus Kecanduan Game Online Ekstrem, Edukasi bagi Orang Tua Dinsos Nunukan Tangani Kasus Kecanduan Game Online Ekstrem, Edukasi bagi Orang Tua Dinsos Nunukan Tangani Kasus Kecanduan Game Online Ekstrem, Edukasi bagi Orang Tua Dinsos Nunukan Tangani Kasus Kecanduan Game Online Ekstrem, Edukasi bagi Orang Tua Dinsos Nunukan Tangani Kasus Kecanduan Game Online Ekstrem, Edukasi bagi Orang Tua

Pemerintah Kabupaten Nunukan memberikan rehabilitasi medis dan psikologis kepada seorang remaja akibat kecanduan game online ekstrem. Simak langkah pencegahannya di sini.

Tampilkan SelengkapnyaSembunyikan Artikel

Indogamers.com - Pemerintah Kabupaten Nunukan melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) bergerak cepat menangani kasus remaja berusia 16 tahun berinisial AS yang mengalami kecanduan game online parah. Kasus ini menjadi sorotan karena berdampak serius pada kesehatan fisik dan mental remaja tersebut.

Penanganan terhadap AS melibatkan koordinasi lintas sektor, termasuk pendampingan medis dan layanan psikologis. Berdasarkan laporan, kondisi ekstrem remaja ini pertama kali terdeteksi pada tahun 2024. Saat petugas dari Dinsos P3A bersama Satpol PP mendobrak pintu kamar AS, ditemukan fakta yang memprihatinkan:

Lingkungan Tidak Sehat: Kamar AS dipenuhi sampah, sisa bungkus rokok, dan abu rokok, mencerminkan pengabaian terhadap kebersihan diri selama berhari-hari.

Gejala Klinis: AS ditemukan dalam kondisi emosional dengan tatapan kosong setelah berhari-hari tidak makan, tidak mandi, dan terus-menerus bermain game menggunakan laptop.

Tindakan Medis: Pasca-evakuasi, AS mendapatkan pemeriksaan di Poli Jiwa RSUD Nunukan dan kini telah dirujuk ke Tarakan untuk menjalani rehabilitasi medis lebih lanjut.

Pekerja Sosial Dinsos P3A Nunukan, Ibrani, menjelaskan bahwa adiksi yang dialami AS dipicu oleh kombinasi faktor internal dan eksternal. Peran orang tua menjadi sorotan utama dalam kasus ini:

Dampak Perceraian: Minimnya pengawasan dan perhatian pasca-perceraian kedua orang tua membuat AS melampiaskan emosinya ke dalam dunia game online.

Kurangnya Kontrol: Ketidakmampuan keluarga dalam membangun komunikasi yang efektif membuat AS merasa dunianya terbatas pada layar perangkat elektronik.

Efek Jangka Panjang: Kebiasaan bermain dari pagi hingga malam secara konsisten telah mengubah perilaku dan stabilitas emosi remaja tersebut.

Dinsos P3A Nunukan menegaskan bahwa ini adalah kasus pertama yang mereka tangani di wilayah tersebut. Pihak dinas mengajak seluruh elemen masyarakat—mulai dari keluarga, sekolah, hingga komunitas—untuk lebih proaktif dalam mengawasi penggunaan gawai.

Beberapa poin penting bagi orang tua dan lingkungan sekitar:

Pentingnya Komunikasi: Membangun kedekatan emosional dan kasih sayang adalah tameng terkuat agar anak tidak mencari pelarian ke dalam game secara berlebihan.

Edukasi Penggunaan Gawai: Memberikan batasan yang jelas namun tetap dengan pendekatan kasih sayang, menghindari kata-kata yang menyakiti hati anak.

Tanggung Jawab Bersama: Pencegahan adiksi game online bukan hanya tugas pemerintah, tetapi membutuhkan peran aktif seluruh masyarakat untuk memastikan generasi muda tumbuh secara produktif.

Kasus AS harus menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. Sebagai komunitas gamer, kita harus bijak dalam membagi waktu antara dunia virtual dan tanggung jawab di dunia nyata. Game dirancang untuk menjadi hiburan, bukan pengganti kehidupan sosial dan kesehatan kita.

Sobat Indogamers, apakah kalian memiliki pengalaman atau tips untuk menjaga keseimbangan antara hobi bermain game dan tanggung jawab harian? Mari diskusikan dengan bijak di kolom komentar.