Rabu, 17 Juni 2026 Update 13:54 WIB
Portal berita game, gadget, mobile, dan e-sport

GameNews Update

Portal update game, gadget, esport, dan teknologi terbaru

Sorotan Hari IniPortal Gaming Indonesia

Video AI Presiden Prabowo soal Kurikulum Wajib Dota Beredar, Ini Faktanya

Video AI Presiden Prabowo soal Kurikulum Wajib Dota Beredar, Ini Faktanya
Video AI Presiden Prabowo soal Kurikulum Wajib Dota Beredar, Ini Faktanya Video AI Presiden Prabowo soal Kurikulum Wajib Dota Beredar, Ini Faktanya Video AI Presiden Prabowo soal Kurikulum Wajib Dota Beredar, Ini Faktanya Video AI Presiden Prabowo soal Kurikulum Wajib Dota Beredar, Ini Faktanya Video AI Presiden Prabowo soal Kurikulum Wajib Dota Beredar, Ini Faktanya Video AI Presiden Prabowo soal Kurikulum Wajib Dota Beredar, Ini Faktanya

Di media sosial beredar sebuah video yang menampilkan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto seolah-olah memberikan pernyataan bahwa seluruh sekolah di Indonesia akan mewajibkan game Dota sebagai bagian dari kurikulum pembelajaran.

Tampilkan SelengkapnyaSembunyikan Artikel

Indogamers.com - Di media sosial beredar sebuah video yang menampilkan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto seolah-olah memberikan pernyataan bahwa seluruh sekolah di Indonesia akan mewajibkan game Dota sebagai bagian dari kurikulum pembelajaran.

Video tersebut ramai dibagikan di berbagai platform digital dan memicu beragam reaksi warganet, khususnya komunitas gamer.

Dalam video yang beredar, Prabowo tampak seolah-olah menyampaikan instruksi terkait kebijakan pendidikan yang memasukkan Dota ke dalam kurikulum wajib sekolah. Potongan video itu juga disertai narasi yang mengklaim bahwa kebijakan tersebut merupakan bagian dari pembaruan sistem pendidikan nasional.

Video tersebut pertama kali muncul dan menyebar melalui media sosial seperti Facebook, TikTok, dan X (Twitter), dalam bentuk potongan pendek tanpa konteks lengkap.

Berdasarkan penelusuran Indogamers, video tersebut tidak berasal dari sumber resmi pemerintah. Rekaman yang beredar merupakan hasil manipulasi menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI), termasuk teknik deepfake yang mengubah gerakan bibir serta suara sehingga menyerupai Presiden Prabowo.

Potongan video asli diduga berasal dari pidato resmi kenegaraan, namun telah diedit dan disisipkan audio buatan yang tidak sesuai dengan pernyataan sebenarnya.

Hingga saat ini, tidak ditemukan pernyataan resmi dari pemerintah yang menyebutkan adanya kebijakan memasukkan game Dota ke dalam kurikulum pendidikan nasional.

Meski video tersebut sepenuhnya tidak benar, isu ini kembali memunculkan nostalgia perjalanan awal komunitas Dota di Indonesia, terutama di kalangan generasi warnet.

Sebelum hadirnya sistem modern seperti Steam dan matchmaking otomatis, para pemain Indonesia lebih dulu mengenal DotA Allstars melalui permainan di warnet dengan keterbatasan koneksi internet.

Pada masa itu, salah satu komunitas yang cukup berpengaruh dalam perkembangan ekosistem game online adalah Indogamers. Komunitas ini menjadi salah satu ruang tumbuhnya pemain Dota Indonesia melalui server lokal dan forum diskusi.

Beberapa kontribusi penting Indogamers:

1. Penyedia server dan solusi ping untuk pemain Indonesia

Indogamers menghadirkan server lokal berbasis PVPGN yang memungkinkan pemain di Indonesia bermain dengan koneksi lebih stabil dibandingkan server internasional yang saat itu memiliki kendala latensi tinggi.

2. Sistem komunitas dan moderasi pemain

Melalui forum dan sistem server, berbagai aturan seperti penalti untuk pemain yang meninggalkan pertandingan (leaver) atau penggunaan cheat diterapkan untuk menjaga ekosistem permainan tetap kompetitif.

Indogamers juga menjadi salah satu ruang publikasi turnamen LAN dan kompetisi antar warnet yang turut melahirkan banyak pemain berbakat di era awal esports Indonesia.

Saat ini, perkembangan esports di Indonesia telah memasuki fase yang lebih formal melalui pembinaan organisasi seperti Pengurus Besar Esports Indonesia (PBESI).

Esports kini diakui sebagai bagian dari industri olahraga prestasi, dengan jalur pembinaan atlet untuk kompetisi internasional seperti SEA Games dan Asian Games.

Sejumlah pemain Indonesia juga telah tampil di panggung dunia, termasuk Kenny “Xepher” Deo dan Matthew “Whitemon” Filemon, yang menjadi bukti bahwa talenta esports Indonesia mampu bersaing di level internasional tanpa harus melalui kurikulum formal di sekolah.

Video yang menampilkan Presiden Prabowo Subianto yang diklaim menyatakan kebijakan kurikulum wajib Dota dipastikan tidak benar. Konten tersebut merupakan hasil manipulasi teknologi AI (deepfake) yang mengubah video dan suara dari sumber asli.

Selain itu, tidak ada kebijakan resmi pemerintah yang menyebutkan Dota sebagai bagian dari kurikulum pendidikan nasional.

Dengan demikian, klaim yang beredar dapat dikategorikan sebagai konten manipulatif dan menyesatkan.***