Selasa, 28 Juli 2026 Update 16:46 WIB
Portal berita game, gadget, mobile, dan e-sport

GameNews Update

Portal update game, gadget, esport, dan teknologi terbaru

Sorotan Hari IniPortal Gaming Indonesia

PC Kentang Menangis! Minecraft Java Naikkan Spesifikasi PC Minimum

PC Kentang Menangis! Minecraft Java Naikkan Spesifikasi PC Minimum
PC Kentang Menangis! Minecraft Java Naikkan Spesifikasi PC Minimum PC Kentang Menangis! Minecraft Java Naikkan Spesifikasi PC Minimum PC Kentang Menangis! Minecraft Java Naikkan Spesifikasi PC Minimum PC Kentang Menangis! Minecraft Java Naikkan Spesifikasi PC Minimum PC Kentang Menangis! Minecraft Java Naikkan Spesifikasi PC Minimum PC Kentang Menangis! Minecraft Java Naikkan Spesifikasi PC Minimum

Selasa Banjir Hadiah! Bocoran Event Kolaborasi Honor of Kings x Dan Da DanMobileSelasa Banjir Skin Gratis! Bocoran Event dan Skin Mobile Legends Terlengkap Agustus 2026PCSelasa E-SportSelasa Profil Clayyy: Sang Mid Laner Veteran yang Kembali Perkuat RRQ Hoshi

Tampilkan SelengkapnyaSembunyikan Artikel

Indogamers.com – Selama lebih dari 17 tahun, Minecraft selalu dipandang sebagai salah satu gim paling ramah spesifikasi di jagat PC. Visualnya yang berbasis kotak-kotak (block-based) membuat mahakarya Mojang Studios yang lahir sejak 2009 ini sering dianggap enteng dan bisa dijalankan di komputer jadul sekalipun. Namun, jangan salah sangka dengan kesederhanaan visualnya.

Di balik permukaan kotak-kotaknya, Minecraft Java Edition telah berevolusi menjadi gim yang sangat kompleks secara teknis. Perluasan pembuatan dunia (world generation), tuntutan simulasi yang makin berat, hingga modernisasi mesin permainan membuat versi original ini jauh lebih rakus sumber daya dibanding versi Bedrock Edition. Tepat pada akhir Juli 2026, Mojang akhirnya mengambil langkah besar dengan resmi mendongkrak standar kebutuhan perangkat keras PC untuk edisi Java.

Biar kamu bisa bersiap-siap melakukan pembaruan komponen komputermu, yuk kita bedah secara selektif poin-poin krusial dari pembaruan spesifikasi Minecraft versi Indogamers!

Melalui pengumuman resminya, Mojang kini mematok standar baru yang menuntut performa lebih tinggi. Spesifikasi minimum ini ditargetkan untuk mendapatkan resolusi 1080p pada kecepatan 30 frames per second (FPS) menggunakan pengaturan grafis rendah (Fast presets).

Komputer kamu kini wajib memiliki memori akses acak minimal 8GB RAM jika menggunakan kartu grafis terpisah (discrete GPU), atau melonjak menjadi 12GB RAM jika kamu hanya mengandalkan grafis terintegrasi (integrated graphics). Dari sektor otak mekanik, dibutuhkan prosesor minimal empat inti (four physical cores) setara Intel Core i3-10100 atau AMD Ryzen 3 3100, serta kartu grafis yang wajib mendukung teknologi Vulkan 1.3 dengan kapasitas memori minimal 2GB VRAM.

Bagi kamu yang mendambakan kenyamanan visual maksimal di resolusi 1080p dengan kecepatan stabil 60 FPS pada pengaturan grafis tinggi (Fancy presets), bersiaplah menyediakan spesifikasi rekomendasi terbaru yang cukup menguras kantong kelas entri.

Komputer kamu wajib dipersenjatai dengan kapasitas memori 16GB RAM. Sektor dapur pacu harus ditenagai oleh prosesor sekelas Intel Core i5-12400 atau AMD Ryzen 5 5600. Sementara untuk urusan olah visual, kartu grafis minimal yang diminta adalah Nvidia GeForce RTX 2060, AMD Radeon RX 5600 XT, atau Intel Arc A580 yang sudah dibekali dengan kapasitas memori minimal 6GB VRAM.

Alasan utama di balik melonjaknya tuntutan kebutuhan perangkat keras ini adalah keputusan berani Mojang untuk melakukan migrasi antarmuka pemrograman aplikasi grafis (graphics API) dari OpenGL menuju Vulkan. OpenGL yang telah menemani Minecraft sejak awal kelahirannya dinilai sudah terlalu usang, sulit dirawat, dan menghambat modernisasi visual jangka panjang.

Transisi penuh ke Vulkan 1.3 ini sengaja dilakukan demi memperkuat fondasi grafis gim di masa depan, termasuk mendukung fitur visual terbaru seperti Vibrant Visuals. Konsekuensinya, kartu grafis jadul yang berusia di atas 10 tahun dipastikan akan kehilangan dukungan dan berpotensi tidak bisa lagi menjalankan gim ini di masa mendatang.

Di Indonesia, Minecraft bukan sekadar gim populer, melainkan sebuah fenomena budaya yang sangat melekat di kalangan pelajar, anak-anak, hingga komunitas pembuat konten lokal. Salah satu alasan mengapa gim ini memiliki basis pemain yang sangat masif di tanah air adalah karena kemampuannya untuk dimaafkan oleh laptop sekolah atau PC rakitan murah berharga miring. Gim ini juga menjadi menu wajib yang selalu terpasang di komputer warung internet (warnet) pinggiran kota.

Kebijakan Mojang yang menaikkan standar memori ke angka 8GB/12GB RAM serta kewajiban dukungan Vulkan 1.3 tentu akan menjadi benturan realitas yang cukup berat bagi ekosistem pemain lokal. Banyak laptop pelajar generasi lawas yang masih menggunakan 4GB RAM atau kartu grafis terintegrasi jadul dipastikan akan mengalami penurunan performa berupa patah-patah (low frame rates) dan waktu pemuatan yang sangat lama (longer loading times).

Solusi lokal terbaik bagi para pemain tanah air yang anggarannya terbatas namun tetap ingin menikmati petualangan menyusun balok tanpa kendala adalah dengan mulai melirik migrasi ke Bedrock Edition yang jauh lebih ringan, atau mulai menyisihkan uang jajan demi menambah kapasitas keping RAM PC mereka agar tidak terkunci dari pembaruan masa depan.

Langkah Mojang menaikkan spesifikasi PC untuk Minecraft Java Edition di pertengahan tahun 2026 ini menjadi bukti nyata bahwa evolusi teknologi gim tidak bisa dihindari, sekalipun untuk gim dengan gaya visual piksel klasik. Meskipun komputer jadul mungkin masih bisa memaksakan diri untuk masuk ke dalam menu permainan, jaminan kenyamanan bermain kini sepenuhnya berada di tangan perangkat keras generasi baru.

Nah, melihat lonjakan standar spesifikasi minimum dan rekomendasi terbaru di atas, apakah PC atau laptop andalanmu saat ini masih sanggup melibas dunia kotak-kotak Minecraft dengan mulus, atau justru sudah saatnya kamu masuk ke pasar berburu komponen baru? Yuk, bagikan spesifikasi mesin tempur kalian di kolom komentar bawah.***