Indogamers.com - Tim LYON resmi keluar sebagai juara Free Fire Esports World Cup (EWC) 2026 setelah menampilkan permainan terbaiknya pada Grand Final yang berlangsung di Paris, Prancis.
Kemenangan ini sekaligus mengantarkan wakil Amerika Latin tersebut membawa pulang hadiah utama sebesar US$300.000, tiket menuju Free Fire World Series (FFWS) Global Finals, serta tambahan 1.000 Club Championship Points.
Grand Final berlangsung sengit, hingga pertandingan terakhir, masih ada empat tim yang sama-sama berpeluang mengangkat trofi juara. Namun, LYON mampu menjaga ketenangan dan menutup turnamen dengan Booyah di laga penentuan untuk memastikan diri sebagai kampiun Free Fire EWC 2026.
Perjalanan LYON menuju gelar juara juga diwarnai penampilan luar biasa sepanjang turnamen. Pada Game 5, mereka bahkan mencatat rekor baru kompetisi dengan mengumpulkan 45 poin dalam satu pertandingan, hasil dari 33 eliminasi dan 12 placement point setelah meraih Booyah.
Memasuki pertandingan terakhir, LYON dan AG.AL menjadi dua tim yang sudah memenuhi syarat Champion Rush. Alih-alih bermain terburu-buru, LYON memilih strategi yang lebih sabar. Mereka menjaga posisi, mengontrol pertarungan dari jarak jauh, lalu memanfaatkan momen ketika tim-tim lain saling bertarung.
Saat zona permainan semakin mengecil, LYON berhasil menyingkirkan Team Apex Gaming sebelum memanfaatkan duel sengit antara LOUD dan AG.AL. Kesempatan itu dimanfaatkan dengan sempurna untuk mengamankan eliminasi terakhir sekaligus meraih Booyah yang memastikan gelar juara dunia.
Keberhasilan LYON tak lepas dari penampilan luar biasa Benjamín Pérez atau Gamezking. Berkat performanya yang konsisten sepanjang turnamen dengan torehan 60 eliminasi dan 71 knockdown, ia dinobatkan sebagai Sony MVP EWC 2026.
Usai pertandingan, Gamezking mengungkapkan bahwa gelar juara ini terasa sangat spesial karena diraih di tengah perjuangannya melawan gangguan kecemasan.
"Saya sangat bahagia. Beberapa bulan terakhir cukup berat karena saya berjuang melawan rasa cemas. Saya sangat bersyukur bisa menjadi juara bersama tim ini. Ini adalah kemenangan untuk LYON," ujar Gamezking.
Ia juga menegaskan bahwa penghargaan MVP tidak akan diraihnya tanpa dukungan rekan-rekan setim.
"Terima kasih kepada seluruh rekan setim saya. Tanpa mereka, saya tidak mungkin bisa menjadi MVP."
Pelatih LYON, Eric Martínez atau SoyDella, turut menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian tim. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh pemain yang terus berkembang sepanjang turnamen.
"Saya sangat bangga bisa melatih para pemain ini. Mereka bekerja keras sepanjang perjalanan turnamen dan saya bersyukur bisa merasakan momen luar biasa ini bersama mereka," kata SoyDella.
Sementara itu, juara bertahan EVOS Divine harus mengakhiri perjalanan dengan hasil kurang memuaskan. Wakil Indonesia tersebut kesulitan menemukan performa terbaiknya sepanjang Grand Final dan hanya mampu finis di peringkat ke-10.
Meskipun demikian, perjuangan EVOS Divine dan tim Indonesia lainnya di EWC 2026 patut diapresiasi, karena bukan mudah untuk dapat tampil di EWC 2026. Semangat untuk tim Indonesia untuk kembali lebih kuat dan jadi yang terbaik.**