Sabtu, 8 Agustus 2026 Update 19:08 WIB
Portal berita game, gadget, mobile, dan e-sport

GameNews Update

Portal update game, gadget, esport, dan teknologi terbaru

Sorotan Hari IniPortal Gaming Indonesia

Konsol Makin Mahal Bikin Kantong 'Kena Banned'? Bos Take-Two Prediksi GTA 6 Bakal Lancar Dilibas via Cloud Gaming dalam 3 Tahun!(FOTO: Rockstar Games)

Konsol Makin Mahal Bikin Kantong 'Kena Banned'? Bos Take-Two Prediksi GTA 6 Bakal Lancar Dilibas via Cloud Gaming dalam 3 Tahun!(FOTO: Rockstar Games)
Konsol Makin Mahal Bikin Kantong 'Kena Banned'? Bos Take-Two Prediksi GTA 6 Bakal Lancar Dilibas via Cloud Gaming dalam 3 Tahun!(FOTO: Rockstar Games) Konsol Makin Mahal Bikin Kantong 'Kena Banned'? Bos Take-Two Prediksi GTA 6 Bakal Lancar Dilibas via Cloud Gaming dalam 3 Tahun!(FOTO: Rockstar Games) Konsol Makin Mahal Bikin Kantong 'Kena Banned'? Bos Take-Two Prediksi GTA 6 Bakal Lancar Dilibas via Cloud Gaming dalam 3 Tahun!(FOTO: Rockstar Games) Konsol Makin Mahal Bikin Kantong 'Kena Banned'? Bos Take-Two Prediksi GTA 6 Bakal Lancar Dilibas via Cloud Gaming dalam 3 Tahun!(FOTO: Rockstar Games) Konsol Makin Mahal Bikin Kantong 'Kena Banned'? Bos Take-Two Prediksi GTA 6 Bakal Lancar Dilibas via Cloud Gaming dalam 3 Tahun!(FOTO: Rockstar Games) Konsol Makin Mahal Bikin Kantong 'Kena Banned'? Bos Take-Two Prediksi GTA 6 Bakal Lancar Dilibas via Cloud Gaming dalam 3 Tahun!(FOTO: Rockstar Games)

Konsol Makin Mahal Bikin Kantong 'Kena Banned'? Bos Take-Two Prediksi GTA 6 Bakal Lancar Dilibas via Cloud Gaming dalam 3 Tahun!Sabtu

Tampilkan SelengkapnyaSembunyikan Artikel

Indogamers.com - Di live server industri gaming saat ini, para player sedang dihadapkan pada ancaman nyata yang bikin kantong jebol. Kelangkaan dan melonjaknya harga komponen seperti RAM serta chipset membuat harga konsol seperti PlayStation 5, Xbox Series X|S, hingga kandidat generasi penerus seperti PS6 dan Project Helix meroket tajam. Beli hardware baru rasanya makin mirip belanja item sultan di dalam game.

Namun, ada kabar segar di tengah krisis hardware ini. CEO Take-Two Interactive (penerbit Grand Theft Auto), Strauss Zelnick, memprediksi bahwa industri video game akan memasuki era commercial streaming mode atau cloud gaming berlatensi rendah dalam kurun waktu tiga tahun ke depan.

Dalam sesi Q&A laporan keuangan terbaru Take-Two, Zelnick mengakui bahwa melambungnya harga hardware adalah kabar buruk bagi industri. Semakin murah hardware, semakin banyak player yang bisa log in memainkan game-game buatan developer.

Untuk memecahkan masalah tersebut, Zelnick meyakini bahwa teknologi cloud gaming berteknologi tinggi akan menjadi jawaban utama.

"Dengan hadirnya streaming yang sangat kami yakini sudah berada di depan mata—dalam artian memiliki latensi rendah dan benar-benar bekerja sangat baik bagi konsumen—perangkat yang dulunya bukan mesin game akan berubah menjadi mesin game," ujar Strauss Zelnick.

Zelnick bahkan tak ragu memberikan garis waktu yang berani untuk perubahan meta industri ini.

"Saya rasa kita akan berada di mode streaming komersial dalam kurun waktu tiga tahun. Dan yang saya maksud dengan komersial adalah latensi rendah (low latency). Hal ini bisa meningkatkan jumlah pasar pengguna (install base) hingga 10 kali lipat."

Tentu saja, wacana cloud gaming bukanlah hal baru. Namun, masalah lag, input delay, hingga penurunan kualitas visual (fidelity) sering kali membuat pengalaman bermain terasa ampas dibanding play secara lokal.

Dalam wawancara lanjutan bersama IGN, Zelnick menegaskan bahwa teknologi cloud gaming dalam kurun tiga tahun mendatang harus teruji dan sanggup menjalankan game monster berbobot raksasa seperti GTA 6 agar benar-benar relevan bagi industri.

"Saya pikir agar teknologi streaming ini benar-benar berdampak, ia harus mampu melakukan hal itu (menjalankan GTA 6 seperti konsol). Saya memang berspekulasi mengenai jangka waktu dan teknologinya... Tapi tentu saja, teknologi ini tidak akan relevan bagi kami jika tidak sanggup mendukung judul-judul besar seperti GTA," tegas Zelnick.

Prediksi Zelnick bertepatan dengan goncangan harga hardware yang makin ugal-ugalan. Microsoft sendiri baru-baru ini menguji coba fitur ad-supported Xbox game streaming untuk membantu pemain melibas game Xbox Series X|S di perangkat lama tanpa perlu membeli konsol baru.

"Bagi banyak pemain, perangkat yang mereka miliki sekarang memungkinkan mereka melakukan streaming game Xbox. Cloud juga dapat membantu pemilik Xbox One memainkan game-game baru berbasis Xbox Series X|S tanpa harus langsung membeli hardware baru," ungkap pihak Microsoft.

Langkah ini diambil mengingat krisis komponen dan melonjaknya harga memori hingga lebih dari 2,5 kali lipat. CEO baru Xbox, Asha Sharma, bahkan menyebutkan bahwa tingginya harga produksi konsol memaksa industri untuk mencari business model yang radikal. Menurutnya, sudah sulit membayangkan masyarakat luas sanggup merogoh ribuan dolar hanya untuk membeli satu generasi konsol baru.

Mulai dari PS5 yang naik harga, Switch 2 yang kian mahal, hingga Valve yang terpaksa mematok harga Steam Machine di angka $1,049 (sekitar Rp17 jutaan), cloud gaming tampaknya akan menjadi "jalan ninja" terbaik bagi para player untuk tetap bisa grinding game-game next-gen tanpa perlu menguras tabungan.

Gimana menurutmu? Apakah kamu siap meninggalkan konsol fisik dan beralih penuh ke cloud gaming untuk mabar GTA 6 nanti?***