Minggu, 14 Juni 2026 Update 15:15 WIB
Portal berita game, gadget, mobile, dan e-sport

GameNews Update

Portal update game, gadget, esport, dan teknologi terbaru

Sorotan Hari IniPortal Gaming Indonesia

Inovasi Live Heart Rate MPL S17, Kolaborasi MOONTON dan INFINIX Demi Ekosistem Esports yang Lebih Sehat(FOTO: MOONTON)

Inovasi Live Heart Rate MPL S17, Kolaborasi MOONTON dan INFINIX Demi Ekosistem Esports yang Lebih Sehat(FOTO: MOONTON)
Inovasi Live Heart Rate MPL S17, Kolaborasi MOONTON dan INFINIX Demi Ekosistem Esports yang Lebih Sehat(FOTO: MOONTON) Inovasi Live Heart Rate MPL S17, Kolaborasi MOONTON dan INFINIX Demi Ekosistem Esports yang Lebih Sehat(FOTO: MOONTON) Inovasi Live Heart Rate MPL S17, Kolaborasi MOONTON dan INFINIX Demi Ekosistem Esports yang Lebih Sehat(FOTO: MOONTON) Inovasi Live Heart Rate MPL S17, Kolaborasi MOONTON dan INFINIX Demi Ekosistem Esports yang Lebih Sehat(FOTO: MOONTON) Inovasi Live Heart Rate MPL S17, Kolaborasi MOONTON dan INFINIX Demi Ekosistem Esports yang Lebih Sehat(FOTO: MOONTON) Inovasi Live Heart Rate MPL S17, Kolaborasi MOONTON dan INFINIX Demi Ekosistem Esports yang Lebih Sehat(FOTO: MOONTON)

Bukan sekadar gimik siaran, fitur Live Heart Rate di MPL ID S17 menjadi langkah awal MOONTON dan INFINIX memprioritaskan kesehatan atlet esports. Simak ulasan mendalam di sini.

Tampilkan SelengkapnyaSembunyikan Artikel

Indogamers.com - Ditengah keseruan melihat momen-momen menegangkan di MPL ID Season 17, ada satu pemandangan baru yang mencuri perhatian di layar kaca. Di sudut tampilan siaran langsung, ada deretan angka digital terus bergerak dinamis, merekam detak jantung para pro player yang sedang bertanding.

Penonton menahan napas, dan layar kaca tidak bisa berbohong. Ketika situasi one straight push terjadi atau saat perebutan Lord di menit-menit krusial pecah, angka digital itu bisa melesat dari 80 BPM hingga menembus 140+ BPM.

Ini bukan sekadar gimik visual untuk memanjakan mata penonton. Ini adalah sebuah terobosan inovasi baru hasil kolaborasi MOONTON dengan INFINIX melalui perangkat wearable mereka, INFINIX GT Watch 5 Pro. Sebuah inovasi yang membawa penonton masuk lebih dalam, mengintip isi kepala dan emosi para pemain secara real-time.

Kehadiran fitur live heart rate di panggung megah MPL Season 17 bukan sekadar bumbu pemanis layar siaran. Bagi MOONTON dan INFINIX, langkah ini merupakan upaya konkret untuk membedah kondisi riil di balik wajah-wajah tenang para pemain saat situasi genting. Di balik ketangkasan jari dan performa smartphone yang mumpuni, ada kondisi fisik nyata yang harus tetap dipantau.

"Langkah ini tentunya disesuaikan dengan kebutuhan para pro player. Walaupun skill mereka sudah jago dan performa smartphone-nya bagus, kita juga harus memperhatikan kondisi fisik dan kesehatan tubuh mereka," ujar Sergio Ticolau, Infinix SEA Marketing Director.

Sergio juga menegaskan bahwa fitur tracker yang presisi ini sengaja dihadirkan untuk mengubah cara pandang publik terhadap tensi pertandingan. Lewat angka-angka heart rate tersebut, netizen akhirnya bisa menyadari bahwa tekanan di atas panggung profesional sangatlah masif. Fitur ini bahkan langsung menjadi bahan pembicaraan (word of mouth) yang ramai di media sosial.

"Ini bukan sekadar gimik. Lewat fitur ini, kita bisa melihat seberapa grogi mereka saat bermain di panggung MPL dan bagaimana mereka mengatur emosinya. Sebab, MPL itu bukan cuma soal adu mekanik, melainkan juga ajang adu mental. Ini adalah sebuah breakthrough (terobosan) baru," tambah Sergio.

Pernyataan Sergio Ticolau mengenai pentingnya menjaga kondisi fisik para pemain memang terbukti di lapangan. Dalam sebuah pertandingan, terekam momen mencengangkan di mana heart rate seorang pro player bisa konsisten menyentuh angka 143 BPM sepanjang laga. Usut punya usut, demi menjaga fokus tetap tajam di bawah sorot lampu panggung yang terik, pemain tersebut mengaku mengonsumsi minuman stimulan seperti Americano hingga minuman energi sebelum bertanding.

Melihat fenomena detak jantung yang berpacu tinggi akibat asupan kafein tersebut, dr. Yohanes Mario, seorang Clinics Doctor di Proyek Tangguh LNG, memberikan catatan kritisnya. Bagi dunia kedokteran, ia memuji langkah MOONTON dan INFINIX yang berani menampilkan data tersebut ke publik sebagai iktikad dan langkah awal yang sangat baik. Setidaknya, kompetisi esports besar di Indonesia kini mau membuka mata publik bahwa gaming di level profesional memiliki dampak nyata terhadap respons fisiologis tubuh, bukan sekadar aktivitas duduk santai.

Namun, dr. Mario memberikan peringatan tegas mengenai angka heart rate tinggi yang dipicu oleh kafein dan minuman energi. Kandungan stimulan tersebut memang sangat efektif memicu kenaikan tekanan darah agar pemain tetap fokus. Jika hanya terjadi sesaat karena tensi pertandingan, hal itu masih aman untuk jangka pendek. Namun, cerita akan berbeda jika pola ini terus berulang.

“Jika kondisi heart rate setinggi itu terjadi secara konsisten dalam jangka panjang (bertahun-tahun), organ jantung bisa kelelahan dan meningkatkan risiko serangan jantung, kecuali jika pemain memang sudah memiliki penyakit jantung bawaan sejak awal,” Jelas dr. Mario saat dihubungi oleh Indogamers.

Oleh karena itu, jika tujuannya adalah untuk memantau dan memitigasi risiko kesehatan pemain secara menyeluruh, dr. Mario menilai data detak jantung saja sebenarnya belum optimal dan kurang reliable.

“Alangkah lebih seru dan kontributif jika fiturnya diintegrasikan dengan pemantauan tekanan darah berkala dan irama jantung aktual secara live,” ungkapnya.

Ancaman fisik ini kian nyata mengingat format pertandingan esports bisa berlangsung berjam-jam. Tubuh manusia pada dasarnya tidak dirancang untuk terus duduk diam selama 4 hingga 5 jam berturut-turut.

Sebagai solusi konkret, dr. Mario merekomendasikan agar setelah maksimal 2 jam bermain, pemain wajib melakukan break atau peregangan. Langkah ini krusial untuk melepaskan ketegangan otot tubuh sekaligus mengistirahatkan otot mata demi mencegah risiko gangguan penglihatan jangka panjang akibat terlalu lama menatap layar ponsel dari jarak dekat.

Saran konstruktif dan harapan dari dunia medis tersebut rupanya selaras dengan visi jangka panjang pihak penyelenggara. Head of Esports Business Development MOONTON Games, Martinus H. Manurung menyampaikan kepada Indogamers bahwa latar belakang kemunculan fitur ini sejatinya berakar dari kepedulian terhadap kesehatan atlet, yang diinisiasi bersama Pengurus Besar Esports Indonesia (PBESI).

"Latar belakangnya sebenarnya sudah dimulai sejak tahun lalu. Saat itu, kami intens mengobrol dengan pihak federasi (PBESI) yang memiliki tim khusus untuk memperhatikan kesehatan para atlet esports. Momentumnya terasa pas saat persiapan SEA Games tahun lalu, yang kala itu diwakili oleh Team Liquid," kenang Martinus.

Saat itu, federasi meminta agar kondisi atlet dipantau menggunakan alat pengukur detak jantung. Demi menjaga asas keadilan (fairness) agar tidak hanya memfasilitasi satu tim, MOONTON mencari jalan keluar yang setara untuk seluruh peserta liga.

"Bisa dibilang ini seperti gayung bersambut. Melalui kerja sama dengan INFINIX sebagai presenting sponsor, mereka memiliki fitur teknologi yang mampu mengukur heart rate. Akhirnya kami sepakat dengan INFINIX dan seluruh tim untuk mengimplementasikan pengukuran detak jantung ini saat pertandingan berjalan," tambah Martinus.

Menjawab masukan dari dr. Mario mengenai keterbatasan data heart rate, Moonton menegaskan bahwa apa yang tersaji di Season 17 ini barulah sebuah awal. Martinus menyatakan bahwa pihaknya sangat terbuka, bahkan membutuhkan masukan dari para praktisi kesehatan untuk mengembangkan parameter rekam medis yang lebih mutakhir di musim-musim berikutnya.

"Kami sangat senang mendapat respons positif dari praktisi medis, sehingga kami bisa melakukan riset lanjutan dan berkonsultasi dengan dokter maupun health coach. Parameter lain seperti kecepatan refleks, kesehatan mata, hingga tekanan darah sangat mungkin untuk dikembangkan ke depan," tegas Martinus.

Saat ini, data spesifik yang terkumpul juga diteruskan ke federasi untuk membantu progres tim nasional, sementara masing-masing tim MPL ID bisa memanfaatkannya sebagai bahan evaluasi internal, seperti mendeteksi apakah pemainnya kurang tidur atau mengalami indikasi gangguan kesehatan tertentu.

Pada akhirnya, visualisasi angka digital di sudut layar kompetisi MPL ID Season 17 mengemban misi yang jauh lebih besar daripada sekadar sebuah hiburan semata. Sadar atau tidak, deretan angka yang berpacu itu kini bisa menjelma menjadi alat edukasi nyata bagi jutaan gamer kasual Mobile Legends di rumah.

Visi inilah yang kemudian mempertemukan komitmen INFINIX dan MOONTON dalam satu titik pijak yang sama: ekosistem esports yang hebat tidak boleh menumbalkan kesehatan demi sebuah kejayaan. Sebagai kiblat industri game esports tanah air, MOONTON bersama dengan INFINIX, sadar ada tanggung jawab moral yang dipikul di pundak.