Rabu, 6 Mei 2026 Update 21:06 WIB
Portal berita game, gadget, mobile, dan e-sport

GameNews Update

Portal update game, gadget, esport, dan teknologi terbaru

Sorotan Hari IniPortal Gaming Indonesia

GTA 6 Diprediksi Jadi Pionir Kenaikan Harga Game AAA Dunia(FOTO: Rockstar)

GTA 6 Diprediksi Jadi Pionir Kenaikan Harga Game AAA Dunia(FOTO: Rockstar)
GTA 6 Diprediksi Jadi Pionir Kenaikan Harga Game AAA Dunia(FOTO: Rockstar) GTA 6 Diprediksi Jadi Pionir Kenaikan Harga Game AAA Dunia(FOTO: Rockstar) GTA 6 Diprediksi Jadi Pionir Kenaikan Harga Game AAA Dunia(FOTO: Rockstar) GTA 6 Diprediksi Jadi Pionir Kenaikan Harga Game AAA Dunia(FOTO: Rockstar) GTA 6 Diprediksi Jadi Pionir Kenaikan Harga Game AAA Dunia(FOTO: Rockstar) GTA 6 Diprediksi Jadi Pionir Kenaikan Harga Game AAA Dunia(FOTO: Rockstar)

GTA 6 Diprediksi Jadi Pionir Kenaikan Harga Game AAA DuniaRabu Siap Pindah ke Hethereau? Ini 5 Hal Seru yang Bisa Kamu Lakukan Saat Mulai Main Neverness to Everness!Nostalgia Level Dewa! Halo Studios Kabarnya Lagi Garap Remake Halo 2 dan Halo 3Si Imut Beraksi....

Tampilkan SelengkapnyaSembunyikan Artikel

Indogamers.com - Analis dari Bank of America, Omar Dessouky, menyarankan agar Rockstar Games menaikkan harga jual Grand Theft Auto 6 (GTA 6) menjadi 80 dolar AS (sekitar Rp1,2 juta). Langkah ini dinilai perlu dilakukan untuk membantu menjaga keberlanjutan industri game secara keseluruhan di tengah membengkaknya biaya pengembangan gim blockbuster. Dessouky berpendapat bahwa jika sekuel yang sangat dinanti ini tetap dijual dengan harga standar 70 dolar AS, hal tersebut dapat berdampak negatif bagi gim lain yang berencana menaikkan harga demi menutupi biaya produksi.

Pernyataan tersebut muncul dalam catatan yang diterbitkan oleh Bank of America menyusul acara Iicon di Las Vegas baru-baru ini. Meskipun eksekutif Take-Two selaku induk perusahaan Rockstar belum memberikan konfirmasi resmi mengenai angka 80 dolar AS, mereka mencatat bahwa jika mempertimbangkan faktor inflasi, harga video gim sebenarnya mengalami penurunan dari waktu ke waktu.

“Kami juga mendengar dari para peserta bahwa industri, yang dianggap sedang berjuang, akan kesulitan menjual gim seharga 80 dolar AS jika GTA 6 diluncurkan pada harga 70 dolar AS,” tulis Dessouky. “Kami pikir itu adalah kepentingan pribadi Take-Two, sebagai penerbit dan mitra bagi banyak pengembang, untuk menaikkan titik harga bagi seluruh industri.”

Prediksi mengenai lonjakan harga GTA 6 ini bukanlah hal baru di kalangan pengamat ekonomi. Tahun lalu, Matthew Ball dari Epyllion menyebut adanya harapan di kalangan pelaku industri agar gim ini dibanderol mencapai 100 dolar AS. Senada dengan hal tersebut, Michael Pachter dari Wedbush Securities menduga perusahaan memiliki strategi khusus untuk memasarkan gim ini pada harga yang belum pernah ada sebelumnya.

“Kami pikir perusahaan memiliki rencana untuk menjual gim tersebut pada titik harga yang belum pernah terdengar sebelumnya, dan curiga bahwa manajemen dapat menawarkan insentif kepada konsumen untuk membayar 100 dolar AS atau lebih per unit dengan memberi mereka mata uang dalam gim dalam jumlah besar untuk dihabiskan di GTA Online,” tulis Michael Pachter.

Sebagai catatan sejarah, Take-Two merupakan penerbit besar pertama yang memelopori kenaikan harga gim menjadi 70 dolar AS pada awal generasi konsol PS5 dan Xbox Series X|S, sebuah langkah yang kemudian diikuti oleh hampir semua penerbit besar lainnya.

Menanggapi perdebatan mengenai harga tersebut saat berbicara di Iicon, CEO Take-Two, Strauss Zelnick, memberikan pandangannya mengenai nilai sebuah produk di mata konsumen.

“Konsumen membayar untuk nilai yang Anda berikan kepada mereka, dan tugas kami adalah menagih jauh jauh jauh lebih sedikit dari nilai yang diberikan,” kata Strauss Zelnick.

Zelnick juga menambahkan bahwa kepuasan pembeli sangat bergantung pada keseimbangan antara kualitas produk dan harga yang dibayarkan.

“Bagaimana perasaan Anda tentang sesuatu yang Anda beli adalah persimpangan antara barang itu sendiri dan apa yang Anda bayar. Konsumen perlu merasa bahwa barang itu sendiri luar biasa dan harga yang dikenakan kepada mereka adil untuk apa yang mereka dapatkan,” ujar Strauss Zelnick.***