Selasa, 12 Mei 2026 Update 18:18 WIB
Portal berita game, gadget, mobile, dan e-sport

GameNews Update

Portal update game, gadget, esport, dan teknologi terbaru

Sorotan Hari IniPortal Gaming Indonesia

Bigetron dan RRQ Kazu Lolos Grand Finals FFWS SEA 2026

Bigetron dan RRQ Kazu Lolos Grand Finals FFWS SEA 2026
Bigetron dan RRQ Kazu Lolos Grand Finals FFWS SEA 2026 Bigetron dan RRQ Kazu Lolos Grand Finals FFWS SEA 2026 Bigetron dan RRQ Kazu Lolos Grand Finals FFWS SEA 2026 Bigetron dan RRQ Kazu Lolos Grand Finals FFWS SEA 2026 Bigetron dan RRQ Kazu Lolos Grand Finals FFWS SEA 2026 Bigetron dan RRQ Kazu Lolos Grand Finals FFWS SEA 2026

Selasa Legenda Nintendo Takashi Tezuka Resmi Pensiun Juni 2026ConsoleSelasa Shuntaro Furukawa Janjikan Game Berkualitas Usai Harga Switch 2 NaikLifestyleSelasa Kreator Sadako, Koji Suzuki Meninggal Dunia Usia di 68 TahunE-SportSelasa

Tampilkan SelengkapnyaSembunyikan Artikel

Indogamers.com - Indonesia dipastikan akan memiliki perwakilan kuat di babak Grand Finals Free Fire World Series Southeast Asia (FFWS SEA) 2026 Spring. Dua tim raksasa tanah air, Bigetron by Vitality dan RRQ Kazu, tampil sangat dominan pada pekan ketiga yang berlangsung 8-10 Mei 2026, sehingga resmi mengunci tiket untuk bertarung di Ho Chi Minh, Vietnam, akhir Mei mendatang.

Keberhasilan kedua tim ini menjadi angin segar bagi skena kompetitif Free Fire Indonesia. Bigetron dan RRQ Kazu menyusul tim-tim kuat Asia Tenggara lainnya seperti All Gamers Global, Team Falcons, Twisted Minds, dan GOW yang juga telah mengamankan posisi mereka di babak puncak.

Bigetron by Vitality menjadi tim asal Indonesia pertama yang memastikan langkahnya ke Vietnam setelah tampil beringas di hari pertama pekan ketiga. Di bawah arahan strategi Coach Chisjo, tim berjuluk "Robot Merah" ini sukses memadukan permainan pasif-agresif dengan strategi double sniper.

Dalam laga tersebut, Bigetron berhasil mengumpulkan total 98 poin dengan sumbangan 59 poin eliminasi yang sangat masif. Hasil ini sekaligus mematahkan keraguan publik terhadap konsistensi performa mereka di kancah internasional.

"Tujuan tim adalah menjadi juara. Kami akan berlatih keras mempelajari lawan sebagai modal bertempur di Vietnam nanti," ujar Rapik Hidayat (BTR KOJA), kapten tim Bigetron by Vitality, dengan penuh optimisme.

Langkah gemilang Bigetron segera disusul oleh RRQ Kazu pada hari kedua. Perjalanan mereka mengamankan tiket Grand Finals terbilang cukup dramatis karena sempat mengalami keterpurukan di dua gim awal. Namun, mental juara berbicara saat mereka mampu bangkit di empat gim sisa dengan rata-rata raihan 23 poin per gim.

Total 93 poin yang dikumpulkan RRQ Kazu juga menjadi momen pembuktian bagi sang rusher anyar, RRQ RANZ. Sempat dicadangkan pada pekan kedua, RANZ tampil luar biasa saat diberikan kepercayaan kembali di momen krusial pekan ketiga.

"Terima kasih kepada tim yang memberi kepercayaan di momen krusial. Ini pelajaran berharga buat saya," ungkap RANZ setelah berhasil membawa timnya melaju ke babak final.

Keberhasilan Bigetron by Vitality dan RRQ Kazu menjadi modal besar bagi Indonesia untuk kembali merebut takhta juara dunia Free Fire. Perjalanan mereka di Vietnam nanti dipastikan tidak akan mudah, namun dengan modal mentalitas dan strategi yang matang, peluang untuk membawa pulang piala ke tanah air terbuka sangat lebar.

Menurut kamu, apakah duet maut BTR dan RRQ ini mampu menumbangkan dominasi tim Thailand di Vietnam nanti?