Kamis, 30 Juli 2026 Update 16:21 WIB
Portal berita game, gadget, mobile, dan e-sport

GameNews Update

Portal update game, gadget, esport, dan teknologi terbaru

Sorotan Hari IniPortal Gaming Indonesia

4 Game RPG Legendaris PS1 yang Masih Jadi Mahakarya Abadi(FOTO: Final Fantasy)

4 Game RPG Legendaris PS1 yang Masih Jadi Mahakarya Abadi(FOTO: Final Fantasy)
4 Game RPG Legendaris PS1 yang Masih Jadi Mahakarya Abadi(FOTO: Final Fantasy) 4 Game RPG Legendaris PS1 yang Masih Jadi Mahakarya Abadi(FOTO: Final Fantasy) 4 Game RPG Legendaris PS1 yang Masih Jadi Mahakarya Abadi(FOTO: Final Fantasy) 4 Game RPG Legendaris PS1 yang Masih Jadi Mahakarya Abadi(FOTO: Final Fantasy) 4 Game RPG Legendaris PS1 yang Masih Jadi Mahakarya Abadi(FOTO: Final Fantasy) 4 Game RPG Legendaris PS1 yang Masih Jadi Mahakarya Abadi(FOTO: Final Fantasy)

4 Game RPG Legendaris PS1 yang Masih Jadi Mahakarya AbadiKamis Siap-Siap Hemat! Ini 4 Game Day One Xbox Game Pass yang Wajib Kamu Pantau di Agustus 2026Siap Swiing! Kolaborasi PUBG Mobile x Spider-Man: Brand New Day Resmi Datang, Ini 5 Fitur Keren yang Wajib K...

Tampilkan SelengkapnyaSembunyikan Artikel

Indogamers.com - Genre Role-Playing Games (RPG) dan turunannya seperti action RPG sudah lama merajai industri video game dunia. Game-game modern sekelas Cyberpunk 2077, Elden Ring, hingga Baldur's Gate 3 memikat hati para gamer berkat kustomisasi mendalam serta kebebasan eksplorasi yang ditawarkannya.

Namun, jauh sebelum era konsol canggih saat ini, fondasi kejayaan genre RPG sudah diletakkan secara kokoh di era konsol legendaris PlayStation 1 (PS1). Dirilis sebelum pergantian milenium, game-game klasik ini kini telah berusia hampir 30 tahun, tetapi statusnya sebagai mahakarya tak pernah luntur oleh zaman.

Bagi kamu anak rental era 90-an atau gamer muda yang ingin bernostalgia dengan akar sejarah JRPG, berikut adalah 4 game RPG PlayStation 1 terbaik yang wajib masuk daftar wajib main!

Dirilis pada tahun 1999, Chrono Cross mengambil latar di dunia yang sama dengan mahakarya SNES, Chrono Trigger (1995). Meskipun sering dibanding-bandingkan dengan prekuelnya yang legendaris, Chrono Cross berhasil berdiri tegak sebagai game mandiri yang luar biasa.

Keunggulan Utama: Pada masanya, game ini memukau pemain lewat grafis yang sangat indah, sistem pertarungan yang unik dengan berbagai cara menyerang, serta dunia terbuka yang masif untuk dieksplorasi. Ditambah lagi ada banyak sekali karakter unik yang bisa direkrut ke dalam tim.

Berbeda dari kebanyakan RPG klasik yang kental dengan nuansa fantasi abad pertengahan, Star Ocean: The Second Story (1998) hadir membawa pengalaman science fiction (fiksi ilmiah) yang segar. Pemain disuguhkan kebebasan memilih salah satu dari dua karakter utama dengan latar belakang cerita berbeda: Claude C. Kenny, perwira luar angkasa dari Bumi yang terdampar, atau Rena Lanford, gadis dari planet terbelakang.

Keunggulan Utama: Game ini dipuji karena jalinan cerita lintas dunia yang megah, soundtrack ikonik, grafis menawan, serta sistem pertarungan real-time cepat yang membuat pemain terus beraksi tanpa henti.

Suikoden II (1998) adalah contoh langka dari sebuah sekuel yang berhasil menyempurnakan dan melampaui game pertamanya di segala aspek. Meskipun saat pertama rilis sempat menemui ulasan beragam, reputasinya melambung tinggi seiring waktu hingga dinobatkan sebagai salah satu JRPG paling ikonik di era PS1.

Keunggulan Utama: Bukan sekadar mekanik gameplay, daya tarik utama Suikoden II terletak pada kisah konflik politik dan ancaman perang yang matang serta menguras emosi. Dengan protagonis bisu yang meningkatkan imersi, pemain juga bisa merekrut lebih dari 100 karakter unik untuk membangun markas.

Tentu saja daftar ini tidak akan lengkap tanpa kehadiran Final Fantasy VII (1997). Sebagai game pertama dalam franchise yang mengusung grafis 3D penuh, Final Fantasy VII sukses mendobrak pasar global dan membawa JRPG menjadi tren arus utama (mainstream), sekaligus mengukuhkan posisi Sony PlayStation di industri konsol.

Keunggulan Utama: Menghadirkan cerita sinematik yang emosional seputar Cloud, Tifa, dan Sephiroth, game ini memiliki nilai produksi tertinggi di era 90-an yang hingga kini terus melahirkan berbagai proyek remake spektakuler.

Bagi gamer generasi awal di Indonesia, deretan game di atas membawa memori tersendiri—mulai dari patungan rental PS1 di jam pulang sekolah, berburu kaset CD bajakan di Glodok atau Bandung Elektronik Center (BEC), hingga pusingnya memecahkan teka-teki tanpa panduan internet (walkthrough). Game-game klasik ini bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari sejarah masa kecil yang membentuk kecintaan kita pada industri video game.

Keempat game RPG era PlayStation 1 di atas membuktikan bahwa mahakarya sejati tidak lekang oleh waktu. Meskipun dibatasi teknologi masa lalu, kualitas cerita, mekanik, dan jiwa petualangan yang ditawarkan mampu menginspirasi industri game hingga hari ini.

Dari keempat game JRPG legendaris PS1 di atas, manakah yang dulu jadi favoritmu atau paling bikin kamu penasaran untuk dimainkan ulang? Bagikan artikel ini ke squad sesama pencinta game retro.***