Indogamers.com - Babak Playoffs MPL Indonesia Season 18 langsung dibuka dengan pertandingan panas di hari pertama yang mempertemukan Alter Ego Esports melawan ONIC. Kalau dilihat dari klasemen akhir Regular Season kemarin, ONIC memang cuma bisa nangkring di posisi ke-6. Jauh banget dari Alter Ego yang tampil stabil dan anteng di peringkat ke-3. Tapi, jangan salah! Menganggap remeh tim bermental juara kayak ONIC justru bisa jadi bumerang paling fatal. Di balik naik-turunnya performa mereka musim ini, ONIC punya beberapa alasan kuat yang bikin mereka tetap berpotensi keluar sebagai pemenang:
Datang sebagai tim peringkat ke-6 membuat ONIC tidak memikul beban ekspektasi yang terlalu berat di pundak mereka. Berbeda halnya dengan tim-tim papan atas yang sering kali justru tertekan secara psikologis akibat ekspektasi besar dari para pendukungnya. Status sebagai underdog ini justru menjadi keuntungan tersendiri bagi ONIC karena mereka bisa bermain jauh lebih lepas, menikmati jalannya pertandingan, serta berani mengeluarkan strategi kejutan berupa draft yang di luar nalar (unconventional draft) atau kejutan roster yang pastinya bakal membuat Alter Ego pusing tujuh keliling di dalam booth.
Walaupun posisi mereka di klasemen reguler berada di bawah Alter Ego, data statistik resmi liga menunjukkan bahwa taring ONIC sebenarnya sama sekali belum tumpul. Sepanjang musim reguler lalu, ONIC sukses mengumpulkan total perolehan Gold serta menghasilkan total Damage yang sangat masif hingga menyentuh angka 8.294.006 Damage. Angka yang luar biasa ngeri ini adalah bukti nyata bahwa urusan adu mekanik individu dan rusuh di teamfight skala besar, ONIC tetaplah salah satu raja paling mematikan di Land of Dawn jika mereka sudah memegang kendali networth.
ONIC bukanlah nama kemarin sore di kancah perburuan gelar juara MPL. Organisasi raksasa ini sudah sering banget makan asam garam di laga-laga hidup-mati bertekanan ekstrem yang menguras mental. Terlebih lagi, format pertandingan Best of 5 (BO5) di babak Playoffs membutuhkan lebih dari sekadar jago mekanik semata, ia membutuhkan mental baja, ketenangan emosional, dan pengalaman panjang dalam menavigasi seri yang panjang. Faktor ketenangan di laga krusial inilah yang sudah mendarah daging dan menjadi identitas kuat dari sejarah organisasi ONIC.
Pada pertemuan kedua di fase Regular Season kemarin, ONIC sempat dipaksa bertekuk lutut tanpa balas dengan skor 0-2 di tangan Alter Ego. Memori pahit dari kekalahan telak tersebut dijamin telah menjadi bahan evaluasi dapur pacu bagi jajaran pelatih ONIC untuk meracik strategi penangkal. Hasrat yang begitu besar untuk melakukan revenge (balas dendam) serta keinginan membuktikan kepada publik bahwa mereka belum habis akan menjadi bahan bakar moral yang sangat kuat bagi anak-anak ONIC saat berhadapan langsung di atas panggung.
Dengan kombinasi status tanpa beban, daya rusak serangan makro yang sangat tinggi, serta mental juara yang sudah teruji di panggung akbar, ONIC punya modal lengkap untuk membalikkan prediksi. Jika Alter Ego tidak bermain hati-hati dan disiplin, bukan tidak mungkin justru ONIC yang bakal memulangkan mereka lebih cepat. Kira-kira, siapakah yang bakal tersenyum paling lebar di akhir pertandingan penentuan ini?